REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Lonjakan prevalensi obesitas mendorong munculnya inovasi terapi yang lebih praktis bagi pasien. Dalam praktik layanan kesehatan, obat berbentuk pil dinilai lebih mudah diterima pasien dibanding terapi suntikan. Sejumlah perusahaan farmasi tengah mengembangkan terapi oral serupa yang masih menunggu persetujuan regulator, dengan salah satu keputusan dijadwalkan pada April 2026. Terapi oral juga menawarkan keunggulan dari sisi distribusi. Perkembangan terapi oral menunjukkan bagaimana industri farmasi menyesuaikan inovasi dengan kebutuhan pasien.
Source: Republika February 03, 2026 19:29 UTC