Langkah AS klaim Yerusalem Ibu Kota Israel mengecewakan. Menurut Menteri Luar Negeri Palestina, pengakuan AS bahwa Yerusalem merupakan Ibu Kota Israel merupakan sebuah penghinaan bagi bangsa Palestina, Sabtu, (9/12). Ini dampak dari pengumuman Presiden Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Hari Jumat disebut "Hari Kemarahan" oleh faksi-faksi di Palestina yang kecewa dengan langkah Trump. Ibu Kota Israel akan berada di Yerusalem dengan rencana perdamaian yang serius.
Source: Jawa Pos December 09, 2017 23:15 UTC