Kekerasan Terhadap Etnis Rohingya Belum Berhenti, Suu Kyi Dikritik[DHAKA] Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi mendapat tekanan lagi pada Selasa agar menghentikan kekerasan terhadap Muslim Rohingya yang mengakibatkan hampir 125.000 di antara mereka menyelamatkan diri ke Bangladesh dalam 10 hari. Wartawan Reuters melihat ratusan lagi orang Rohingya yang kelelahan tiba dengan menumpang perahu-perahu dekat Shamlapur, desa perbatasan Bangladesh pada Selasa dan melaporkan orang-orang Rohingya masih mengungsi dalam jumlah besar. Kekerasan paling akhir di Rakhine, negara bagian di baratlaut Myanmar mulai terjadi pada 25 Agustus, ketika para pejuang Rohingya menyerang sejumlah pos polisi dan pangkalan tentara. Perlakuan Myanmar yang mayoritas penduduknya beragama Budha terhadap 1,1 juta warga Rohingya merupakan tantangan paling besar yang dihadapi Suu Kyi. Ia dituduh oleh pengeritik Barat tidak bersuara terhadap kaum minoritas itu yang telah lama mengeluhkan persekusi terhadap mereka.
Source: Suara Pembaruan September 06, 2017 00:33 UTC