Peringatan itu ditujukan kepada negara-negara Eropa yang selama ini menerima pengungsi dari negara-negara yang sedang berkonflik seperti Syria dan Iraq. ’’Kita berhadapan dengan komunitas radikal yang besar dan tersebar di Eropa,’’ katanya. Peneliti senior di HJS tersebut juga mengungkapkan bahwa laporan itu dibuat berdasar penelitian terhadap 269 orang yang tewas maupun dihukum karena tindak kejahatan terorisme di Inggris pada 1998–2015. Yaitu, orang yang melakukan aksinya sendirian. Dari 269 orang yang diteliti HJS, sebanyak 39 orang berasal dari Birmingham.
Source: Jawa Pos March 26, 2017 10:30 UTC