JawaPos.com - Pengungkapan kasus peredaran dan produksi vaksin bayi palsu berawal dari informasi masyarakat dan berita di televisi tentang kematian bayi setelah menjalani imunisasi. Sekarang terungkap bahwa peredaran vaksin palsu untuk imunisasi bayi sudah berlangsung selama belasan tahun," kata Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Agung Setya, Jumat (24/6)Oleh karenanya, Bareskrim menghimbau kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk peduli terhadap kualitas kesehatan anak-anak. Berdasarkan informasi tersebut, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim kemudian mengumpulkan data-data dan fakta di lapangan untuk dijadikan bahan penyelidikan. "Untuk Rumah Sakit tertentu, apotik dan bidan, sudah ada yang terindikasi terlibat," kata Agung. Ketika ditanya kemungkinan adanya keterlibatan pihak kemenkes dalam kasus ini, Agung mengaku masih dalam proses penyelidikan.
Source: Jawa Pos June 24, 2016 06:33 UTC