“Tantangannya bagaimana memastikan anak-anak yang masuk dalam sampling tadi itu mengerjakan (soal) of the best (yang terbaik). “Karena AN ini tidak ada sanksinya bagi siswa, bahkan boleh mengatakan nggak mau jadi sampling, kalau diambil sampling bisa aja dikerjakan asal-asalan,” sambungnya. Sebelumnya, AN ini juga harus dipahami oleh para siswa bahwa penyelenggaraannya tidak perlu persiapan khusus, seperti mengikuti bimbingan belajar (bimbel). “Saya khawatir ini kalau asesmen nasional dilakukan di masa pandemi ini, sudahlah pembelajarannya kurang optimal, sosialisasi mungkin masih kurang, jadi ini agak agak riskan,” tambahnya. “Tidak boleh juga sekolah hanya mengambil sampel anak-anak yang pintar pintar saja untuk AN, sehingga tidak mencerminkan potret sekolah itu sendiri,” tutup dia.
Source: Jawa Pos January 04, 2021 01:52 UTC