REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian menargetkan produksi aluminium sebanyak 1,5-2 juta ton pada tahun 2025. Selain itu, kata dia, strategi lain yang dilakukan untuk menggenjot industri aluminium dalam negeri adalah dengan menerapkan SNI yang belum ada di produk aluminium untuk menahan masuknya produk impor yang tidak sesuai standar. Total kapasitas tersebut, terdiri dari produksi ingot alloy 90 ribu ton, billet aluminium 30 ribu ton, dan aluminium ingot primer 140 ribu ton per tahun. Sedangkan, kebutuhan aluminium dalam negeri saat ini mencapai 900 ribu ton per tahun. Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Inalum memproduksi sekitar 250 ribu -260 ribu ton aluminium pada 2017, atau meningkat sekitar 25 persen dibanding volume produksi pada 2016.
Source: Republika February 23, 2018 13:30 UTC