Banyak pihak menilai, pemerintah berhasil mengendalikan harga bawang merah yang dulu nyaris selalu menyumbang inflasi tinggi, khususnya menjelang hari besar keagamaan nasional. Catatan BPS menyebut pada September 2019, bawang merah justeru menyumbang deflasi sebesar -12,67 persen dibanding Agustus 2019 sebesar -12,65 persen. Data BPS juga merilis kenaikan produksi bawang merah sepanjang tahun 2018 sebesar 3 persen dibanding tahun sebelumnya. Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menyebutkan, “Penyebab turunnya harga bawang merah tidak selalu sama di setiap daerah. Taufik mengungkapkan petani bawang merah di Probolinggo saat ini dihadapkan pada persoalan yang kompleks.
Source: Jawa Pos October 07, 2019 11:37 UTC