Sugeng Priyanto menambahkan, digitalisasi industri dapat menjadi hambatan, salah satunya bila kita tidak mampu mengelola data yang diperoleh di lapangan secara terintegrasi. “Data base K3 ini dapat digunakan dalam mengembangkan kebijakan untuk perbaikan penerapan K3, baik di tingkat perusahaan maupun nasional, yang selanjutnya akan mendukung daya saing industri dan meningkatkan perekonomian nasional,” kata Sugeng Priyanto. Sedangkan bagi pengawas ketenagakerjaan, lanjut Sugeng Priyanto, data K3 yang terintegrasi ini dapat membantu melaksanakan tugas pencegahan risiko K3 melalui penegakan norma K3 di perusahaan. Acara ini dihadiri oleh 100 peserta yang terdiri dari kepala balai K3 baik UPT dan UPTD Balai K3 seluruh indonesia. Sedangkan peserta survey uji banding faktor fisika pada laboratorium pengujian K3 adalah pegawai teknis UPT/UPTD Balai K3 seluruh Indonesia.
Source: Suara Pembaruan March 18, 2019 14:37 UTC