Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot Dewa Broto mengatakan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) sudah perkirakan kecenderungan ada atlet nasional yang terpapar gerakan radikal sejak lama. Hal itu, lanjut Gatot, sebagai bentuk bahwa negara hadir bagi atlet agar ada keseimbangan sebagai bentuk penghargaan pemerintah terhadap pejuang olahraga. Kempora saat ini baru fokus ke federasi atau cabang olahraga saja an belum masuk ke klub-klub olahraga. “Makanya kami himbau ke federasi dan juga pemda agar minta turun tangan karena mereka kepanjangtangan dari pemerintah pusat agar membantu. Tapi kalau di tingkat nasional presentasenya kami yakin itu masih kecil dibawah nol koma sekian persen,” tutup Gatot.
Source: Suara Pembaruan July 22, 2019 06:32 UTC