JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah kerusakan dan kerugian yang diakibatkan gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB)terus bertambah. Bila sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi kerusakan dan kerugian mencapai Rp 7,45 triliun, kini bertambah menjadi Rp 8,8 triliun. Untuk sementara kita memperoleh nilai Rp 8,8 triliunan untuk kerusakan dan kerugian," kata Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Harmensyah di Jakarta, Senin (27/8/2018). Baca juga: Bukan Gempa Penyebab Banyaknya Korban JiwaData BNPB yang dilansir Kompas.com menyebutkan tak kurang dari 125.744 unit rumah rusak, terdiri atas rusak berat 74.354 unit dan rusak ringan 51.390 unit. Untuk sektor perekonomian dan perdagangan yang terdampak terdapat 1.941 unit terdiri atas kios/toko (1.836 unit), hotel/penginapan (92 unit), pasar tradisional (13 unit).
Source: Kompas August 27, 2018 12:00 UTC