Balpos.com - Iran tutup Selat Hormuz menjadi sorotan dunia setelah keputusan itu dinilai berpotensi memicu krisis minyak global dan mengguncang pasar energi internasional. Selat yang menghubungkan Teluk Persia dan Laut Arab itu merupakan akses utama ekspor minyak mentah dari negara-negara produsen di kawasan Timur Tengah. Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan penutupan dilakukan setelah serangan militer yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 2 Maret, ia menilai kehadiran kapal induk Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz telah memperuncing ketegangan dan melanggar kedaulatan Iran. Langkah Iran menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz langsung memicu perhatian pelaku pasar dan pemerintah berbagai negara.
Source: Jawa Pos March 03, 2026 13:57 UTC