Tangerang, Beritasatu.com - Kurangnya kepedulian terhadap sumber daya hayati atau keanekaragaman hayati (kehati) menimbulkan potensi kehilangan kekayaan alam yang luar biasa karena pencurian dari pihak asing (biopiracy). Sayangnya baru sedikit sumber kehati yang berhasil diidentifikasi dan sisanya lebih banyak yang belum diungkap karena laju kerusakannya sangat cepat. "Potensi ekosistem ini luar biasa sayangnya belum dimanfaatkan seperti negara lain," katanya dalam Seminar Nasional Pencegahan Pencurian Sumber Daya Hayati Indonesia di Tangerang, Senin (28/9/2019). Menurutnya, tidak sekadar pencurian, sangat mungkin sumber daya hayati itu dikloning, dikembangbiakan dan akhirnya menjadi sesuatu punya nilai ekonomi tinggi atau menjadi obat dan pangan masa depan. Diperlukan insentif baik bagi swasta maupun lembaga lain agar pengungkapkan sumber dan potensi kehati di Indonesia semakin masif dilakukan.
Source: Suara Pembaruan October 28, 2019 12:11 UTC