REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang Muslim Uighur yang pernah ditahan selama 16 bulan di kamp reedukasi Xinjiang, Gulbahar Jalilova (54 tahun) mengungkapkan apa yang ia alami saat berada di tahanan selama satu tahun lebih. Ia datang ke Indonesia untuk mengumumkan kepada dunia tentang kondisi Muslim Uighur di Xinjiang, Cina. Jalilova mengatakan, ia dan beberapa Muslim Uighur lainnya ditempatkan di sebuah ruangan. Buang air kecil dan besar dilakukan di ruangan itu," ujar Jalilova melalui penerjamah, dalam konferensi pers bertajuk 'Kesaksian dari Balik Penjara Uighur' di Jakarta, Sabtu (12/1). Sebelum dibebaskan dengan bantuan lobi dari keluarga dan Pemerintah Kazakstan, para tahanan menitip pesan agar menginformasikan apa yang sebetulnya terjadi di kamp reedukasi Xinjiang, dan yang dialami Muslim Uighur.
Source: Republika January 12, 2019 15:00 UTC