REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Informasi terkait jenazah almarhum nenek Hindun (78) warga RT 09/RW 05, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta, yang tidak dishalatkan di Musala Almukminun karena alasan politik, dibantah Ketua RT setempat. Ketua RT 09/RW 05, Abdul Rachman mengatakan, tidak benar informasi yang berkembang di media bahwa jenazah almarhumah ditolak disholatkan di Musala Almukminun karena perbedaan pilihan politik. Semua warga di sini kalau ada kejadian meninggal bisa dishalatkan di rumah atau di musala. Karena warga sudah akrab di sini, bahkan ia menganggap nenek Hindun seperti orang tua karena termasuk yang dituakan di RT sini. Soal pemberitaan penolakan jenazah nenek Hindun karena beda pilihan politik dukung Ahok-Djarot.
Source: Republika March 11, 2017 10:52 UTC