Meski demikian, Bank DKI tetap menerapkan berbagai inisiatif dan pengelolaan risiko yang efektif untuk menjaga kenaikan risiko kredit bermasalah. Pertumbuhan DPK utamanya didorong oleh pertumbuhan giro sebesar Rp 11,34 triliun, meningkat 74,87 persen dibanding periode sebelumnya sebesar Rp 6,49 triliun. Rasio NPL Net Bank DKI tercatat sebesar 0,62 persen dan berada di bawah rata-rata NPL Net industri perbankan sebesar 1,02 persen. “Risiko kredit memang menjadi tantangan tersendiri bagi perbankan mengingat kita masih diliputi dengan kondisi Pandemi Covid-19," ujar Herry. Bank DKI juga telah melakukan sejumlah upaya perbaikan rasio kredit bermasalah melalui penagihan kredit secara intensif, pengambilalihan agunan, dan lelang agunan kredit.
Source: Republika June 05, 2021 16:30 UTC