CIANJUR, KOMPAS.com - Bagi banyak orang, sampah dipandang sebagai limbah yang harus segera dibuang jauh-jauh, karena bau dan tidak lagi berguna. Selain membuat keberadaan sampah anorganik di lingkungan jadi berkurang, Firman juga turut mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) di Cianjur yang kondisinya sudah melebihi kapasitas. Para pemuda tunakarya, satu per satu mulai dilibatkan dalam usaha pengolahan sampah yang mulai ditekuni Firman sejak 2018 itu. "Alhamdulilah, sudah ada lima orang yang kini membantu kegiatan usaha saya ini," kata Firman kepada Kompas.com, Jumat (14/8/2020). Baca juga: Cerita Dosen Unpad Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19Firman mengaku bahwa awalnya tak terpikir sama sekali untuk menekuni bisnis kotor tersebut.
Source: Kompas August 14, 2020 02:15 UTC