ANTARA FOTO/Reno EsnirTEMPO.CO, Jakarta - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menilai keterlibatan TNI dalam penanganan Covid-19 sudah masuk ke ranah yang terlalu detail. Peneliti Kontras, Rivanlee Anandar, menilai langkah tersebut membuat pemerintah seakan memilih pendekatan keamanan dalam menangani pandemi Covid-19. "Padahal seharusnya adalah pendekatan kesehatan," ujar Rivanlee melalui konferensi pers daring pada Ahad, 4 Oktober 2020. Rivanlee membeberkan contoh keterlibatan TNI yang terlalu dalam. "Kami menilai seharusnya keterlibatan TNI tidak diperlukan dan difokuskan pada tugasnya yakni pertahanan negara," ucap Rivanlee.
Source: Koran Tempo October 04, 2020 09:11 UTC