Setidaknya tiga pengunjuk rasa meninggal setelah diberondong peluru tajam dan gas air mata. Menurut Agence France-Presse, dua orang meninggal karena luka peluru tajam. Massa yang menuntut pembubaran pemerintah dan parlemen itu juga menyebar ke kota-kota selatan seperti Hillah, Nasiriyah, dan Diwaniyah. Menteri Pertahanan Iraq Najah Al Shammari mengatakan, aparat pemerintah sama sekali tidak menggunakan peluru tajam. Sejak Oktober, dia sudah memberikan perintah agar polisi dan tentara tak menggunakan peluru tajam.
Source: Jawa Pos November 23, 2019 15:00 UTC