Korban mengaku khawatir dengan keselamatannya di masa mendatang. REPUBLIKA.CO.ID, CHRISTCHURCH -- Seorang perempuan yang menjadi korban dalam serangan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, Yasmin Ali, mengaku khawatir terhadap keselamatannya di masa datang. Ia sangat takut dapat merasa aman saat berjalan sendirian mengenakan jilbab, sesuatu yang jelas menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang Muslimah. “Saya tidak tahu apakah saya bisa kembali merasa aman saat berjalan sendirian mengenakan jilbab. Penembakan di dua masjid di Christchurch, yaitu Masjid Al Noor dan Masjid Lindwood terjadi pada Jumat (15/3) kemarin.
Source: Republika March 16, 2019 04:41 UTC