TEMPO.CO, Jakarta - Para dokter di Inggris mengusulkan pria harus diizinkan untuk menyumbangkan sperma di samping organ dan bagian tubuh lainnya setelah mereka meninggal, sebagaimana dilaporkan Telegraph, 20 Januari 2020. Dua dokter, yang menulis dalam Journal of Medical Ethics, telah menyerukan kepada para pria untuk dapat menyumbangkan sperma mereka pada saat kematian. “Keterbatasan dalam jumlah dan variasi donor memiliki konsekuensi bagi individu dan pasangan yang membutuhkan sperma donor," tambah mereka. Dia mengatakan itu terasa seperti langkah 'mundur' ketika masyarakat telah bergerak jauh ke arah menyatukan donor sperma dengan anak-anak mereka. Sekitar 42 persen wanita yang mendaftar memiliki pasangan pria, 41 persen memiliki pasangan wanita dan 17 persen lajang.
Source: Koran Tempo January 21, 2020 10:07 UTC