Dalam perspektif keamanan maritim, peristiwa itu menegaskan bahwa kendali atas jalur pelayaran strategis memberi daya tawar geopolitik yang luar biasa besar. Dengan begitu krisis Hormuz memperlihatkan bagaimana laut telah bertransformasi: dari ruang ekonomi menjadi instrumen politik dan militer. Sebagai negara kepulauan yang berada di persilangan jalur perdagangan dunia, Indonesia memiliki Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Lombok—tiga jalur yang fungsinya tidak jauh berbeda sebagai penghubung arus logistik global. Karena itu, krisis Hormuz seharusnya dibaca sebagai panggilan strategis bagi Indonesia untuk memperkuat visi sebagai negara maritim. Ancaman Nyata bagi Ekonomi Indonesia dan DuniaPenutupan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia —yang merujuk pada terganggunya Selat Hormuz— bukan sekadar asumsi geopolitik, melainkan skenario krisis yang memiliki basis data kuat.
Source: Kompas March 03, 2026 15:44 UTC