Percobaan kudeta tersebut bukan kali pertama terjadi di Turki, setidaknya dalam 50 tahun terakhir tak kurang dari enam kali percobaan kudeta oleh tentara terjadi di Turki. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat militer dan politik Salim Said berpendapat, kudeta militer yang terjadi di Turki Jumat (15/6) bukan karena adanya tekanan-tekanan dalam kelompok militer terhadap ketidakpuasan kepemimpinan dan bukan karena isu sekulerisme. Ia mengatakan dulu kekuatan militer di Turki adalah superbody atau tidak tersentuh, sehingga ada kemungkinan hal tersebut masihdiinginkan kembali untuk beberapa kelompok. Ada beberapa perkiraan yang muncul karena tekanan yang terjadi di dalam sekelompok militer, jauh dari isu sekulerisme," kata Guru Besar Universitas Pertahanan Salim Said dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan, Sabtu (16/7). Terkait isu yang merebak karena rumor penghapusan sekulerisme oleh Presiden Erdogan menurut Salim Said kurang tepat.
Source: Republika July 16, 2016 09:22 UTC