Yogyakarta, Beritasatu.com - Temuan kasus penyebaran bakteri antraks pada manusia di Kabupaten Gunungkidul, harus disikapi dengan biosecurity, sekaligus pembatasan mobilisasi orang dan ternak untuk mengurangi risiko penularan. Menurut Ali, penularan penyakit antraks terhadap manusia sendiri dapat termanifestasi ke dalam 3 macam, yaitu antraks kulit akibat kontak langsung dengan binatang yang sakit atau mati, antraks pencernaan jika mengonsumsi daging yang terkontaminasi antraks, atau antraks pernafasan melalui spora antraks yang terhirup. Karakter bakteri tersebut, membuat pengendalian penyakit antraks tidak mudah, karena sulit untuk mengetahui di mana letak spora bakteri yang keluar dari hewan. Disebutkan di beberapa negara, penanganan bangkai hewan yang terjangkit penyakit dilakukan dengan insenerator untuk menghancurkan bangkai secara menyeluruh. Untuk pencegahan, khususnya di daerah di mana penyakit antraks telah menjadi endemik, perlu dilakukan vaksinasi ternak serta pengawasan secara berkala terhadap hasil dari vaksinasi tersebut.
Source: Suara Pembaruan January 19, 2020 12:22 UTC