Menurutnya, melalui penerapan bioteknologi reproduksi dipadukan dengan teknologi marka genetik dalam seleksi program pemuliabiakan sapi potong dapat mempercepat perolehan bibit unggul. Ia menjelaskan, penerapan bioteknologi reproduksi dalam pembibitan sapi telah menghasilkan sapi lulus uji performa serta bersertifikasi SNI. "Iptek tentang bioteknologi reproduksi telah dilaksanakan di 21 provinsi di Indonesia dan telah berhasil meningkatkan kelahiran ternak unggul serta peningkatan kapasitas SDM peternak," kata Syahruddin. Lebih lanjut, Syahruddin menegaskan, diperlukan paradigma baru dalam pemenuhan kebutuhan daging nasional melalui pendataan ternak yang akurat. Peran yang lebih terstruktur ke depannya akan mempercepat pencapaian swasembada daging nasional.
Source: Republika October 07, 2020 21:33 UTC