REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di tengah ancaman krisis iklim global yang kian nyata, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam merombak sistem pangannya. Laporan terbaru mengungkapkan ketergantungan pada satu jenis komoditas pokok dan pangan impor bukan hanya mengancam ketahanan nutrisi nasional, tetapi juga memperburuk emisi karbon yang memicu pemanasan global. Upaya ini pun kini dikaitkan dengan momentum spiritual Ramadhan sebagai titik balik perbaikan pola konsumsi nasional. Berdasarkan laporan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) tahun 2025, satu dari sepuluh orang di dunia masih kekurangan gizi, sementara satu dari empat orang mengalami kelebihan berat badan. Di Indonesia, dampaknya terasa melalui fenomena triple burden of malnutrition atau tiga beban masalah gizi: gizi buruk (stunting), kekurangan mikronutrien, dan lonjakan kasus obesitas.
Source: Republika February 17, 2026 10:52 UTC