Lewat penawaran umum perdana saham, perseroan berhasil menghimpun dana publik sebesar Rp 60,19 miliar dari hasil pelepasan 274.060.000 lembar sahamnya ke publik. “Seluruh perolehan dana IPO akan digunakan untuk pembelian bahan baku daun tembakau,” ujar Direktur Utama Indonesian Tobacco Djonny Saksono kepada pers seusia pencatatan perdana saham ITIC di Jakarta, Kamis (4/7). Menurutnya, kapasitas pendanaan yang bertambah akan sejalan dengan persediaan daun tembakau (bahan baku utama) yang meningkat. “Kita meyakini para pengguna tembakau dapat menjadikan tembakau ITIC ini sebagai substitusi yang sesuai, tentunya dengan harga lebih terjangkau dengan kualitas terbaik,” imbuh Djonny. Djonny menyebut saat ini presentase pasar ekspor perseroan hanya 5 persen dibandingkan pangsa pasar domestik yang mencapai 95 persen.
Source: Jawa Pos July 04, 2019 08:03 UTC