REPUBLIKA.CO.ID, TRIPOLI -- Kepala pemerintahan persatuan Libya Fayez al-Sarraj meminta penjelasan resmi dari Prancis mengenai kehadiran tentara Prancis di negaranya, Selasa (26/7). Komentarnya tersebut disampaikan setelah Presiden Prancis Francois Hollande mengonfirmasi pekan lalu tentara Prancis berada di Libya. Prancis mengakui GNA, namun juga mendukung pasukan yang setia pada parlemen dan pemerintah di timur Libya yang menolak mengakui GNA. Sarraj dalam pernyataan, seperti dikutip Middle East Online, mengatakan kepada Duta Besar Prancis untuk Libya Antoine Sivan bahwa kehadiran tentara tersebut adalah pelanggaran kebiasaan internasional. Sebanyak tiga tentara Prancis tewas saat menjalankan misi intelijen.
Source: Republika July 27, 2016 09:56 UTC