REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maraknya praktik manipulasi foto dan video seksual berbasis kecerdasan buatan (Al) menimbulkan keresahan publik. Untuk memutus rantai kekerasan berbasis AI, pemerhati gender dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Ratna Noviani, menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif di kalangan pengguna. Menurutnya, Al telah menjadi alat baru yang melanggengkan kekerasan berbasis gender secara sistemik. la menilai, kekerasan berbasis gender di ruang digital memiliki karakter yang masif, anonim, dan sulit dihentikan. Namun di sisi lain, visibilitas tersebut justru membuat tubuh dan citra perempuan rentan dimanipulasi menjadi bahan kekerasan seksual digital.
Source: Republika January 09, 2026 23:19 UTC