Atas permintaan pihak KBR, untuk sementara nama reporter tersebut tidak dapat dipublikasi. Wartawan yang berupaya meliputnya pun dilarang petugas dengan alasan menjaga stabilitas nasional. Tidak hanya polisi, massa yang protes terhadap pembangunan gereja itu ikut mengintimidasi wartawan dan memintanya pergi. Saat suasana masih ricuh, polisi meminta wartawan pergi dan menjauhi lokasi. Meski telah beranjak pergi, reporter KBR dihampiri seseorang yang mengaku ketua RW setempat.
Source: Koran Tempo October 02, 2016 09:57 UTC