Padahal di dalam museum yang diresmikan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono kala itu, menyimpan banyak situs sejarah perang dunia kedua. Muhlis Eso, warga Morotai yang dipercayakan untuk menjaga museum tersebut mengaku pasrah ketika pihak Perusahan Listrik Negara (PLN) datang melakukan pemutusan terhadap listrik di Musem tersebut. Padahal aliran listrik itu dipasang sejak tahun 2012 dan pulsanya selalu diisi," akunya ketika ditemui di Museum Perang Dunia (PD) II di Desa Juanga Kecamatan Morotai Selatan (Morsel), Rabu (1/03). Kalau tidak dirinya bersama rekan-rekannya menarik semua situs sejarah PD II yang ada di dalam museum dan dikembalikan lagi di gubuk musem. “Karena di museum itu, jauh dari pemukiman warga, sehingga kalau ada pencuri yang masuk, maka tidak diketahui,” ujarnya.
Source: Jawa Pos March 11, 2017 16:41 UTC