Jika memang keberadaan sudah terkonfirmasi, lubang hitam ini akan menempati peringkat kedua terbesar setelah lubang hitam supermasif yang dikenal sebagai Sagitarius A*. Astonom di Jepang menemukan adanya lubang hitam ini ketika mereka sedang melakukan pengamatan di gurun Atacama, Cile. Satu teori berkata jika lubang hitam yang lebih kecil terus menyatu hingga menjadi lebih besar dan membentuk lubang hitam supermasif di jantung galaksi. Dia melanjutkan, menurut kami, meski lubang hitam besar terbentuk dari yang kecil, kita tidak pernah benar-benar memiliki bukti adanya lubang hitam dengan ukuran menengah. Perlahan-lahan, lubang hitam ini akan tertarik menuju Sagitarius A* dan tenggelam ke dalamnya, membuat lubang hitam supermasif tersebut menjadi semakin besar.
Source: Kompas September 05, 2017 13:08 UTC