Padahal, keduanya, bukan kader NU, stau tidak ada irisan dengan NU. Saya kira ini pertama kali, isu ‘kader NU’ hilang dari percaturan politik nasional,” demikian Mukhlas Syarkun, kader NU yang kini aktif di jamiyyah tarekat kepada duta.co, Rabu (7/2/24). Artinya, kader NU, irisan NU, sudah tidak lagi menjadi variable penting dalam Pilpres atau pilihan-pilihan lain dalam perebutan kekuasaan. Pesantren yang didirikan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari, itu merupakan salah satu pesantren yang memiliki pengaruh terbesar di Indonesia. Sebagai pesantren yang punya massa besar, terutama di Jawa Timur, dukungan pesantren ini dinilai akan sangat signifikan dalam mengumpulkan suara dari kalangan santri.
Source: Republika February 06, 2024 22:22 UTC