REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Syarifuddin Abdul Gani meminta siapa pun tak mengaitkan masjid dengan radikalisme. Jika memang masjid dijadikan tempat oleh penceramah tertentu untuk menyebarkan paham radikal, MUI DKI meminta agar pemerintah DKI menangani penceramahnya. Ini kan terkesan masjid (yang salah), yang kita salahkan penceramahnya, bukan masjidnya," kata dia saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (6/6). Masjid hanyalah sebuah tempat atau benda mati yang tak bisa menjadi subjek dalam penyebaran paham radikal seperti yang disebutkan. Karena itu, lanjut dia, yang terpenting bagi pemerintah DKI justru menghindarkan masjid dari para penceramah yang mengajarkan radikalisme atau juga kebencian.
Source: Republika June 06, 2018 06:20 UTC