REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk pelaku peledakan bom molotov di Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur. MUI menengarai tindakan tersebut adalah bentuk teror yang dilakukan oleh kelompok yang menginginkan terjadinya kekacauan, distabilitas nasional, dan disintegrasi bangsa Indonesia. Seperti diberitakan sebelumnya, bom molotov meledak di depan gereja Oikumene di Jl Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Lo Janan Ilir, Samarinda, Kaltim, pagi tadi. Ledakan bom molotov tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WITA di halaman gereja ketika jemaat baru saja usai melaksanakan ibadah. Baca juga: Ledakan Diduga Bom di Samarinda Lukai 4 Orang
Source: Republika November 13, 2016 06:23 UTC