"Kasus penganiayaan pembunuhan pembakaran terhadap Joya adalah contoh umat Islam yang hilang Islamnya atau orang beriman yang kehilangan imannya," kata Anton saat dihubungi Republika.co.id, Ahad, (6/8). Karena, kata dia, orang iman itu selalu berpikir kepada Allah SWT yang selalu melihat apa pun perbuatan manusia. "Apalagi, ketika di masjid atau di dekat masjid rumah Allah," ujarnya. Seharusnya, kata dia, warga Babelan, Bekasi, tidak melakukan tindakan anarkistis ketika melihat seseorang membawa amplifier radio langsung menduga itu amplifier masjid. Anton berharap polisi menghukum berat orang yang memprovokasi untuk memukul dan membakar Joya sehingga korban tewas di tempat.
Source: Republika August 06, 2017 09:30 UTC