REPUBLIKA.CO.ID, NICOSIA -- Presiden Prancis Emmanuel Macron mengakui bahwa serangkaian pemboman yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel tak akan mampu mengubah rezim di Iran. Dia berpendapat, perang yang dipicu serangan gabungan AS-Israel ke Iran kini berada dalam fase intens. Sebelum tiba di kapal induk Charlesde Gaulle menggunakan helikopter, Macron terlebih dulu mengunjungi Siprus. Pascaserangan AS-Israel, Iran diketahui sempat menutup dan kini membatasi secara ketat lalu lintas kapal yang melintasi Selat Hormuz. Menurut Macron, Selat Hormuz sangat penting dan strategis untuk perdagangan internasional.
Source: Republika March 10, 2026 10:54 UTC