REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) menyatakan keprihatinan yang mendalam atas perilaku Steven Hadisudiryo Sulistyo yang telah mencederai semangat Bhinneka Tunggal Ika. Ketua Umum Matakin Uung Sendana Linggaraja mengatakan, perilaku dan pernyataan Steven tidak pantas dilakukan terhadap orang yang lebih tua, apalagi terhadap seorang ulama. "Terlebih lagi dengan kasar dan membawa-bawa ras dan kalimat penghinaan adalah hal yang tidak pantas," ujar Uung dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Ahad (16/4). Matakin, kata dia, sangat kagum dan menghargai sikap memaafkan dari Tuan Guru (Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi) yang menunjukkan beliau adalah seorang ulama dan pemimpin sejati yang patut diteladani. Uung berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak membawa dampak yang kurang baik bagi kerukunan dan keharmonisan bangsa.
Source: Republika April 16, 2017 12:43 UTC