TEMPO/Lani DianaTEMPO.CO, Jakarta - Budawayan Betawi, Saiful Amri, mengungkapkan ada makna sakral di balik perayaan Lebaran Betawi yang mulai memudar, Makna sakral itu adalah pelaksanaan syariat agama berupa puasa Syawal selama enam hari setelah Idul Fitri. Setelah selesai melaksanakan puasa tersebut, barulah orang-orang Betawi merayakan lebaran untuk kedua kalinya yang kemudian dikenal sebagai Lebaran Betawi. "Jadi memang seminggu setelah lebaran resmi, masih banyak orang yang saling berkunjung ke rumah saudara yang dikenal sebagai Lebaran Betawi. Amri berharap perayaan Lebaran Betawi tidak sekadar ajang formalitas menampilkan berbagai kebudayaan Betawi tetapi juga tetap mengedepankan makna sakral dari puasa Syawal yang dijalankan sebelumnya. Pemprov DKI menggelar perayaan Lebaran Betawi dengan tujuan memperkuat persaudaraan warga Jakarta.
Source: Koran Tempo July 22, 2019 07:41 UTC