JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Rumah Sakit Harapan Bunda Finna mengakui bahwa manajemen Rumah Sakit Harapan Bunda kecolongan dalam mengawasi penggunaan vaksin. Rinciannya, 10 RS di Kabupaten Bekasi dan tiga RS di Kota Bekasi serta satu di Jakarta Timur. Ia pun menyatakan bahwa selama ini orangtua anak yang diimunisasi dengan vaksin palsu tersebut langsung membayar vaksin melalui perawat atau dokter yang kini menjadi tersangka. (Baca juga: LPA Sarankan agar Pemerintah Jadi Penyedia Tunggal Vaksin Anak)Ia mengatakan, penggunaan vaksin palsu ini merupakan bentuk kelalaian manajemen rumah sakit karena perawat dan dokter yang bekerja di dalamnya terbukti menjadi pelaku dalam kasus vaksin palsu ini. Berikut ini 14 rumah sakit yang menerima vaksin palsu:1.
Source: Kompas July 16, 2016 13:52 UTC