REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah RI menyiapkan sejumlah skenario penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang mulai berdampak pada jalur penerbangan internasional. Menteri Haji dan Umrah, M Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengatakan, sampai saat ini belum terdapat indikasi meredanya konflik. Penutupan tersebut mengganggu penerbangan internasional, khususnya penerbangan transit yang biasa digunakan jamaah umrah maupun haji dari berbagai negara. Hingga 11 Maret 2026, tercatat sekitar 50.374 jamaah umrah masih berada di Arab Saudi, dan sekitar 14.115 di antaranya berpotensi tertahan akibat gangguan penerbangan. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter (Bekasi) JKS dan Kertajati (KJT) memandu jamaah haji saat akan melakukan lempar jumrah pada gladi posko layanan operasional Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna) Haji 1447H/ 2026 M di Asrama Haji Indramayu, Jawa Barat, Selasa (10/2/2026).
Source: Republika March 11, 2026 15:35 UTC