SITTWE, KOMPAS.com - Kepolisian Myanmar mengatakan, ratusan warga dari komunitas mayoritas di negara bagian Rakhine menggelar aksi protes untuk menentang badan-badan bantuan internasional yang mereka tuduh memihak kelompok etnis Rohingya. Kamp militanEtnik mayoritas Rakhine, yang pada umumnya beragama Buddha, telah lama menuduh PBB dan badan-badan bantuan lainnya memprioritaskan Rohingya dalam pemberian bantuan. Rohingya tidak diakui sebagai warga negara Myanmar tetapi digolongkan sebagai pendatang dari Banglades walaupun mereka secara turun temurun telah berada di Rakhine. Para pengunjuk rasa juga menuntut pembentukan tentara sipil bersenjata di Rakhine sebagai bentuk bela diri bagi etnik mayoritas Rakhine. Di satu lokasi yang diduga sebagai kamp militan, bulan lalu ditemukan biskuit yang berasal dari bantuan Program Pangan Dunia (WFP).
Source: Kompas August 13, 2017 22:30 UTC