Hal ini tentunya menjadi angin segar bagi para investor untuk melakukan investasi, utamanya investor jangka panjang atau investor dengan profil risiko agresif. Investor jangka panjang atau agresif tentunya memiliki kesesuaian dengan jenis investasi yang pergerakannya fluktuatif, seperti reksadana saham misalnya. Sebagai instrument investasi dengan porsi terbesar penempatan dananya pada saham atau efek ekuitas, pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi salah satu katalis positif bagi reksadana saham. Sesuaikan dengan tujuan investasiLangkah awal yang harus dilakukan sebelum memilih reksadana saham adalah memastikan kapan dana investasi ini akan dimanfaatkan. Untuk investor dengan profil risiko moderat atau memiliki horizon investasi jangka menengah, sedikit porsi reksa dana saham tetap bisa dimanfaatkan sebagai booster untuk menggenjot kinerja portofolio investasi kita secara keseluruhan.
Source: Kompas August 16, 2021 01:39 UTC