Emanuel merupakan satu dari 20 korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua, yang bekerja sebagai Kepala Pelaksana Pekerjaan Jembatan Jalan Trans Papua di PT. ANTARATEMPO.CO, Jakarta - Mayoritas pembaca Tempo menilai aksi teror yang dilakukan kelompok separatis di Papua tidak boleh menghentikan pengerjaan proyek infrastruktur pemerintah Trans Papua, yang sedang berjalan di sana. Dari jumlah ini, 954 responden atau sekitar 82 persen menilai kasus penyerangan kelompok bersenjata tidak boleh menghentikan pengerjaan proyek infrastruktur. Pengerjaan proyek ini terbagi dua yaitu pembangunan Trans Papua sepanjang 3.500 kilometer. Dari jumlah ini, pembangunan jalan Trans Papua yang belum ditembus sepanjang 945 kilometer dan 286 kilometer untuk jalan perbatasan.
Source: Koran Tempo December 17, 2018 03:22 UTC