Media pemerintah Korea Utara (Korut) mengatakan, popularitas buku tersebut meramalkan kematian politik Trump. Buku itu memberi lebih banyak amunisi negara terisolasi itu yang telah melakukan perang propaganda dengan Presiden Trump. Rodong Sinmun mengaatakan, angka penjualan tersebut tidak mengejutkan, mengingatpermusuhan dunia terhadap Trump yang telah meremehkan pemimpin negaratersebut, Kim Jong-un. Suara yang menyerukan pemakzulanTrump terus meningkat tidak hanya di AS tapi juga di luar negeri. Buku tersebut menggambarkan Trump yang lalai, dikelilingi oleh para pembantunya yang meremehkan kecerdasan dan kemampuannya.
Source: Republika January 11, 2018 12:22 UTC