Dalam berinteraksi sosial, kita ada keharusan memiliki pandangan bahwa orang lain juga mempunyai kebebasan yang sama dengan kita. Agar individu mampu melakukan interaksi sosial secara baik dan diterima oleh lingkungannya, maka perlu dihadirkan sikap yang oleh Horton Cooley disebut “looking glass”. Dalam teori looking glass, Cooley menerangkan bahwa kita ini memiliki apa yang disebut dengan ‘cermin’, yang merefleksikan siapa sesungguhnya diri kita ini. Secara perlahan ternyata kita berproses membentuk image diri (self image) bahwa kita selalu memikirkan cara pandang orang lain terhadap kita. Terdapat tiga keadaan yang menjadi kata kunci pembahasan teori looking glass.
Source: Jawa Pos November 04, 2022 04:04 UTC