Di tengah krisis ekologis yang kian nyata sejak akhir 2025, yang ditandai kembali oleh banjir bandang pada malam pergantian tahun, yang jauh lebih mendesak ialah bagaimana pemerintah memaknai ulang arti pertumbuhan itu sendiri, termasuk cara mencapainya. Alih fungsi hutan dan pengabaian daya dukung lingkungan telah menciptakan bom waktu yang kini meledak satu per satu. Padahal, sejak 2022, luasan sawit di Pulau Cenderawasih hampir menyentuh batas daya dukung lingkungannya, yakni 290.659 hektare dari ambang maksimal 290.837 hektare. Dengan tren siklon tropis yang diperkirakan berlanjut sepanjang 2026, pemerintah tidak punya banyak pilihan selain benar-benar memaknai ulang target pertumbuhan. Daya dukung lingkungan mesti ditempatkan sebagai variabel kunci dalam perencanaan ekonomi nasional.
Source: Media Indonesia January 01, 2026 22:02 UTC