Republika.co.id sempat memantau akun Twitter Andi Arief, cicitan tentang informasi itu diunggah pada Rabu (2/1) pukul 20.05 WIB. PascaKPU menegaskan bahwa informasi itu tidak benar, Andi Arief kemudian menjadi sasaran tudingan bahwa dia adalah pelaku penyebaran informasi itu. Gun Gun menjelaskan, sepertinya memang Andi Arief paham bahwa seperti apa harus mengemas kata-kata yang kecenderungannya kira-kira agak sulit dipersoalkan secara hukum. Jadi pilihan-pilihan itu menurut saya disengaja (intentional) dan proses intentionality of political communication-nya itu ada," papar Gun Gun, Sabtu (5/1). "Tentu paling tidak mungkin ada forum untuk mengklarifikasi apa yang dituduhkan Andi Arief itu sebelum masuk ke ranah hukum.
Source: Republika January 05, 2019 09:33 UTC