Netanyahu mengatakan pada 27 Juli lalu, bahwa dia ingin Al-Jazeera diusir dari Israel. Baca: 2 Polisi Ditembak Mati, Israel Tutup Masjid Al-Aqsa untuk Shalat JumatNetanyahu mengunggah komentar di akun Twitter-nya, yang menyampaikan ucapan selamat untuk Kara, yang dinilai telah mengambil langkah kongkret untuk mengakhiri hasutan Al-Jazeera di Israel. Seorang pejabat Al-Jazeera di Doha mengatakan, saluran tersebut menyesalkan tindakan dari sebuah negara yang disebut sebagai satu-satunya negara demokratis di Timur Tengah. Kementerian Komunikasi Israel mengatakan, hampir semua negara di kawasan tersebut, termasuk Arab Saudi, Mesir, dan Yordania, telah menyimpulkan bahwa Al-Jazeera memicu terorisme dan ekstremisme religius. Disebutkan, keberadaan Al-Jazeera di Israel telah menjadi suatu hal yang konyol dan harus segera dihentikan.
Source: Kompas August 07, 2017 01:41 UTC