Banyak orang ingin belajar lebih baik, lebih cepat, menyimpan lebih banyak informasi dan menerapkan pengetahuan itu pada waktu yang tepat. Mengutip laman The Ladders, Rabu (23/10) ada pola tertentu dalam proses lupa seseorang. Untuk meningkatkan perolehan pengetahuan dan penyimpanan maka informasi baru harus dikonsolidasikan dan disimpan dengan aman dalam memori jangka panjang. Periset teori lupa Elizabeth Bjork menjelaskan, memori jangka panjang dapat dicirikan oleh dua komponen, yakni kekuatan pengambilan dan kekuatan penyimpanan. Kekuatan pengambilan mengukur seberapa besar kemungkinan Anda mengingat sesuatu saat ini, seberapa dekat itu dengan permukaan pikiran Anda.
Source: Republika October 22, 2019 20:37 UTC